Memuat update terbaru...
teknologi

Startup China Kembangkan Chip Otak Non-Invasif Berdurasi 10 Menit

Yuni Winarti

Jurnalis

Yuni Winarti

Startup China Kembangkan Chip Otak Non-Invasif Berdurasi 10 Menit

pacunews.com - Terobosan Neurosains: Startup China Kembangkan Chip Otak Non-Invasif Berdurasi 10 Menit menjadi sorotan utama industri medis global pada Sabtu, 12 September 2026. Perusahaan rintisan asal Shanghai, StairMed Technology, mengumumkan keberhasilan pengembangan metode pemasangan perangkat Brain-Computer Interface (BCI) tanpa melalui prosedur pembedahan tengkorak konvensional. Inovasi ini diklaim mampu memangkas waktu prosedur secara signifikan dibandingkan teknologi serupa yang ada saat ini.

Ilustrasi teknologi Brain-Computer Interface chip otak
Teknologi BCI terbaru yang dikembangkan oleh StairMed Technology menggunakan jalur endovaskular untuk mengakses jaringan saraf otak.

Revolusi Prosedur Neurosains Melalui Metode Endovaskular Startup Shanghai

Dunia neuroteknologi baru saja memasuki babak baru dalam integrasi mesin dan otak manusia. Metode yang diperkenalkan oleh StairMed Technology memanfaatkan jalur pembuluh darah sebagai medium akses utama. Prosedur ini jauh berbeda dengan metode invasif yang mengharuskan dokter melakukan kraniotomi atau pembukaan tempurung kepala untuk menanamkan sensor.

Para ahli bedah saraf di Shanghai kini mulai beralih menggunakan teknik endovaskular untuk mengirimkan chip ke area motorik otak. Melalui sayatan kecil di area leher, perangkat tersebut dimasukkan dan diarahkan menggunakan kateter canggih. Pendekatan ini meminimalkan risiko infeksi pascaoperasi dan mempercepat waktu pemulihan pasien secara drastis.

Kecepatan Pemasangan Chip Otak yang Melampaui Standar Robotik Neuralink

Salah satu poin paling krusial dalam Terobosan Neurosains: Startup China Kembangkan Chip Otak Non-Invasif Berdurasi 10 Menit adalah efisiensi waktu. Co-founder StairMed, Zhao Zhengtuo, menyatakan bahwa tenaga medis dengan pengalaman kerja minimal 4 hingga 5 tahun dapat menyelesaikan pemasangan dalam waktu 10 menit saja.

Data ini menunjukkan lompatan besar jika dibandingkan dengan prosedur Neuralink milik Elon Musk. Sebagai perbandingan, operasi Neuralink masih memerlukan waktu sekitar 2 jam dengan keterlibatan robot bedah khusus. Meskipun Neuralink telah melakukan uji coba pada manusia secara sukses, StairMed menawarkan alternatif yang lebih cepat dan dianggap lebih aman dari sisi invasivitas.

"Kami merancang perangkat ini agar dapat dipasang oleh ahli bedah umum yang terlatih dalam prosedur vaskular, bukan hanya oleh spesialis bedah saraf tingkat tinggi, sehingga aksesibilitas teknologi ini akan jauh lebih luas," ujar Zhao Zhengtuo dalam pernyataan resminya.

Mekanisme Kerja Antarmuka Otak-Komputer Tanpa Operasi Pembedahan

Teknologi BCI bekerja dengan cara mendeteksi aktivitas elektrik dari neuron di otak. Chip yang ditanamkan berfungsi sebagai penerjemah sinyal saraf menjadi instruksi digital. Melalui chip ini, penyandang disabilitas motorik dapat mengoperasikan smartphone atau komputer hanya dengan menggunakan kekuatan pikiran.

Perangkat dari StairMed ini didesain sangat kecil sehingga mampu mengalir di dalam aliran darah tanpa menghambat sirkulasi oksigen. Sensor yang terdapat pada chip akan menempel pada dinding pembuluh darah di dekat korteks motorik. Dari posisi tersebut, sensor dapat menangkap sinyal perintah gerak yang kemudian dikirimkan ke perangkat eksternal melalui pemancar nirkabel.

Perbandingan prosedur bedah saraf dan endovaskular
Visualisasi perbedaan antara pembedahan tengkorak tradisional dengan metode penetrasi pembuluh darah leher.

Pemanfaatan Pembuluh Darah Leher Sebagai Jalur Transmisi Sinyal Digital

Pemanfaatan vena jugularis atau pembuluh darah besar di leher merupakan kunci utama keberhasilan prosedur 10 menit ini. Jalur ini dianggap sebagai jalan tol langsung menuju area krusial di otak manusia. Dokter hanya perlu melakukan tusukan ringan untuk memasukkan stent yang telah dimodifikasi dengan sensor elektroda.

Alhasil, risiko pendarahan otak yang sering menjadi ketakutan utama dalam operasi neurosains dapat ditekan. Sinyal digital yang dihasilkan oleh otak kemudian dikirimkan melalui kabel mikro yang sangat tipis menuju unit pemrosesan yang biasanya ditanam di bawah kulit dada. Teknologi ini memungkinkan komunikasi data berkecepatan tinggi antara otak manusia dan mesin secara real-time.

Persaingan Global Teknologi BCI Menuju Target Ambisius China Tahun 2030

Pemerintah China telah menetapkan visi strategis untuk menjadi pemimpin global di sektor neuroteknologi pada tahun 2030. Beijing menargetkan kemunculan setidaknya dua hingga tiga raksasa teknologi BCI yang mampu mendominasi pasar internasional. Kehadiran StairMed menjadi bukti nyata akselerasi industri di kawasan Asia Timur tersebut.

Persaingan ini melibatkan pemain besar dari Amerika Serikat seperti Neuralink dan Synchron. Namun, China memiliki keunggulan dalam hal integrasi ekosistem industri dan dukungan regulasi yang sangat progresif. Fokus pengembangan saat ini tidak hanya terbatas pada kebutuhan medis, tetapi juga pada potensi peningkatan kemampuan kognitif manusia di masa depan.

Dukungan Finansial Masif dari Raksasa Teknologi Tencent dan Alibaba

Laju riset StairMed tidak lepas dari suntikan dana yang luar biasa besar. Tercatat dalam satu tahun terakhir, startup ini berhasil mengamankan pendanaan sebesar 1,1 miliar yuan atau setara dengan Rp 2.880.000.000.000. Investor utama dalam putaran pendanaan ini adalah dua konglomerat teknologi terbesar China, Tencent dan Alibaba.

Modal yang melimpah memungkinkan StairMed untuk merekrut talenta neurosains terbaik dari seluruh dunia. Selain itu, dana tersebut digunakan untuk membangun fasilitas produksi chip kelas medis di Shanghai. Dukungan finansial ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor swasta China sangat serius dalam menantang dominasi teknologi Barat di bidang antarmuka otak-komputer.

PerusahaanMetode PemasanganWaktu ProsedurStatus Uji Coba
NeuralinkOperasi Bedah (Robotik)120 MenitUji Coba Manusia
SynchronEndovaskular (Stentrode)30-45 MenitUji Coba Manusia
StairMedEndovaskular (Leher)10 MenitUji Coba Hewan (Domba)

*Catatan: Konversi nilai investasi didasarkan pada kurs 1 Yuan = Rp 2.618 per September 2026.

Tantangan Keamanan dan Tahapan Uji Klinis Sebelum Implementasi Massal

Meskipun klaim durasi 10 menit terdengar sangat menjanjikan bagi masa depan medis, tantangan besar masih membentang di depan. Keamanan jangka panjang dari chip yang berada di dalam pembuluh darah harus dipastikan secara ketat. Risiko penggumpalan darah atau migrasi perangkat merupakan faktor risiko yang sedang diteliti lebih lanjut oleh tim StairMed.

Hingga saat ini, StairMed baru mencapai tahap pengujian pada hewan besar, yakni domba. Perusahaan harus melalui serangkaian uji klinis pada manusia yang ketat untuk mendapatkan persetujuan dari otoritas kesehatan di China maupun internasional. Keberhasilan pada hewan tidak selalu menjamin hasil yang identik pada anatomi manusia yang lebih kompleks.

Masa depan teknologi BCI China 2030
Target China untuk memiliki industri BCI yang kompetitif di level global pada tahun 2030 mendatang.

Rekam Jejak Pengujian pada Hewan dan Komparasi dengan Teknologi Synchron

Dalam pengujian pada domba, StairMed melaporkan bahwa perangkat mereka mampu bertahan tanpa menyebabkan peradangan pada dinding pembuluh darah. Namun, mereka tertinggal satu langkah di belakang Synchron, perusahaan asal Amerika Serikat yang telah lebih dulu memelopori metode endovaskular. Synchron tercatat sudah menanamkan perangkat Stentrode pada 10 pasien di Amerika Serikat dan Australia sejak 2023.

Synchron telah membuktikan bahwa pasien dengan kelumpuhan berat mampu mengirim pesan teks dan berbelanja daring menggunakan pikiran mereka. StairMed kini berupaya mengejar ketertinggalan tersebut dengan keunggulan kecepatan pemasangan dan integrasi chip yang lebih canggih. Tahapan uji klinis pada manusia diperkirakan baru akan dimulai pada akhir tahun depan setelah mendapatkan izin dari NMPA (National Medical Products Administration) China.

Masyarakat medis dunia kini menanti apakah Terobosan Neurosains: Startup China Kembangkan Chip Otak Non-Invasif Berdurasi 10 Menit ini benar-benar bisa menjadi solusi massal. Jika sukses, teknologi ini akan memberikan harapan baru bagi jutaan orang dengan keterbatasan fisik untuk kembali berinteraksi dengan dunia digital tanpa hambatan fisik sedikit pun.

Dapatkan informasi terkini seputar inovasi teknologi masa depan hanya dengan mengunjungi situs pacunews.com yang menyajikan berita faktual dan mendalam.

Topik: #teknologi
Bagikan: