Pacunews.Com, - Menjelang berakhirnya periode libur Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, dan operator jalan tol terkemuka, Jasa Marga, kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pemudik. Inti dari seruan ini adalah agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan kembali ke Jabotabek dan kota-kota besar lainnya dengan menghindari puncak arus balik yang diprediksi akan sangat padat. Langkah proaktif ini diambil untuk mengurai potensi kemacetan parah dan memastikan perjalanan yang aman, nyaman, serta berkeselamatan bagi jutaan warga yang merayakan Lebaran di kampung halaman.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam keterangannya pada Senin (23/3/2026), saat meninjau arus lalu lintas pada H+1 Lebaran 2026 di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), sebuah pusat komando canggih yang memantau kondisi jalan tol secara real-time, secara khusus menekankan pentingnya strategi pulang yang cerdas. Berdasarkan data perhitungan dan analisis mendalam dari JMTC, Dudy mengungkapkan bahwa puncak arus balik diperkirakan akan terbagi dalam beberapa gelombang. Gelombang pertama dan yang paling masif diprediksi jatuh pada hari Selasa, 24 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, volume kendaraan yang melintas diperkirakan akan melampaui 285 ribu unit, sebuah angka yang signifikan lebih besar dibandingkan puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 yang tercatat sebanyak 270.315 kendaraan.
"Angka proyeksi ini menunjukkan bahwa potensi kepadatan pada puncak arus balik akan jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, kami sangat mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri kembali pada tanggal tersebut," ujar Dudy. Beliau juga menyarankan agar pemudik memanfaatkan peluang yang diberikan pemerintah untuk mendistribusikan arus lalu lintas. Alternatif yang disarankan adalah kembali pada Minggu, 23 Maret 2026, dengan memanfaatkan sisa cuti bersama, atau memilih periode 25-27 Maret 2026. Periode kedua ini sangat dianjurkan mengingat pemerintah telah mengimbau penerapan Work From Anywhere (WFA) bagi sebagian pekerja, yang dapat menjadi solusi efektif untuk menghindari penumpukan kendaraan. Strategi WFA ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi karyawan dan secara simultan mengurangi beban jalan raya pada hari-hari puncak.
Imbauan serupa juga disampaikan oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho. Beliau menggarisbawahi bahwa pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan betapa krusialnya peran masyarakat dalam mematuhi arahan ini. Menurut Agus, selain puncak pertama pada 24 Maret, dua puncak arus balik berikutnya yang harus dihindari secara ketat adalah pada 28 dan 29 Maret 2026. Ketiga tanggal ini diprediksi akan menjadi hari-hari terberat di jalan raya, berpotensi menyebabkan kemacetan panjang, peningkatan risiko kecelakaan akibat kelelahan pengemudi, dan menurunnya kualitas pelayanan publik. "Kami memprediksi tiga hari tersebut akan menjadi titik kritis arus balik Lebaran 2026. Penting bagi kita semua untuk bekerja sama menghindari waktu puncak ini agar seluruh pelayanan arus mudik dan balik dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan berkeselamatan," tegas Agus, menekankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.
Sementara itu, dari sisi penyedia infrastruktur jalan tol, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, turut meminta kerja sama penuh dari para pengguna jalan. Rivan menyoroti pentingnya perencanaan perjalanan yang matang dan pemanfaatan waktu kepulangan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Jasa Marga, sebagai garda terdepan dalam pengelolaan jalan tol, telah menyiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, namun partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan. "Kami memohon dan meminta kepada seluruh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan kembali pulang, agar dapat memilih waktu kepulangan yang telah dianjurkan oleh Pemerintah. Kolaborasi ini esensial untuk menjaga kelancaran lalu lintas," ungkap Rivan.
Untuk memberikan insentif tambahan dan mendorong pemudik agar pulang lebih awal atau lebih lambat dari puncak, Jasa Marga juga kembali mengingatkan adanya diskon tarif tol sebesar 30%. Diskon menarik ini berlaku selama dua hari pada periode arus balik, yakni pada tanggal 26-27 Maret 2026, dan dapat dinikmati di sembilan ruas tol Jasa Marga Group dengan perjalanan menerus. Inisiatif diskon ini bukan sekadar keringanan biaya, melainkan strategi cerdas untuk menyebarkan volume lalu lintas secara lebih merata. "Tujuannya sama dengan yang dianjurkan oleh Bapak Menhub dan Bapak Kakorlantas Polri, yakni agar distribusi volume lalu lintas arus balik dapat terkendali dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien kepada masyarakat," jelas Rivan, menggarisbawahi bahwa diskon ini adalah bagian dari upaya komprehensif untuk menciptakan mudik yang lebih baik.
Untuk memastikan kesiapan pelayanan optimal selama arus balik di seluruh ruas tol Jasa Marga Group, Jasa Marga telah memperkuat berbagai lini layanan. Optimalisasi operasional gardu tol menjadi fokus utama, dengan penambahan petugas dan percepatan transaksi untuk meminimalkan antrean. Selain itu, Jasa Marga menyiagakan armada layanan jalan tol yang lengkap, termasuk kendaraan patroli, derek, ambulans, dan unit bantuan kecelakaan, yang siap beroperasi 24 jam penuh. Pengaturan lalu lintas secara situasional juga akan diterapkan, seperti rekayasa lalu lintas contraflow atau one way jika diperlukan, untuk mengurai kepadatan di titik-titik rawan. Kesiapsiagaan petugas di lapangan selama 24 jam penuh juga menjadi prioritas, memastikan respons cepat terhadap setiap insiden atau kebutuhan pengguna jalan.
Tidak hanya mengandalkan sumber daya manusia dan operasional fisik, Jasa Marga juga memaksimalkan pemanfaatan teknologi canggih. Melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jasa Marga terus memantau kondisi lalu lintas secara real-time dengan jaringan CCTV yang luas dan sistem analisis data prediktif. Teknologi ini memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam mengelola arus lalu lintas. Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas, kepadatan, dan rekayasa lalu lintas juga disebarluaskan secara proaktif melalui berbagai kanal digital, termasuk Aplikasi Travoy yang menyediakan informasi real-time dan fitur perencanaan perjalanan, Call Center 133 untuk bantuan langsung, serta Radio Travoy FM yang dapat diakses melalui Sonora 92.0 FM Jakarta dan jaringannya. Akun X (sebelumnya Twitter) @PTJASAMARGA dan media sosial resmi Jasa Marga Group juga menjadi sumber informasi penting bagi pemudik.
Selain imbauan kepada kendaraan pribadi, Rivan juga secara khusus mengingatkan para pengemudi kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih untuk mematuhi ketentuan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang diterbitkan pada 5 Februari 2026. SKB ini merupakan hasil koordinasi antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, serta Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. Aturan tersebut secara jelas mengatur pembatasan operasional kendaraan barang selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2026/1447 H, termasuk larangan melintas pada waktu tertentu yang berlaku pada periode 13-29 Maret 2026. Pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi beban jalan raya, memprioritaskan kelancaran dan keselamatan kendaraan pribadi, serta meminimalkan risiko kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar. Pengecualian biasanya diberikan untuk kendaraan pengangkut kebutuhan pokok, BBM, dan logistik medis yang vital.
Secara umum, Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Jasa Marga terus mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan periode libur Idulfitri 1447H/2026 dengan sebaik-baiknya. Persiapan ini mencakup beberapa aspek krusial: Pertama, pastikan kendaraan dalam keadaan prima. Lakukan pengecekan menyeluruh pada mesin, rem, ban, lampu, cairan pendingin, dan sistem kelistrikan sebelum memulai perjalanan. Kedua, kondisi pengendara harus fit. Manfaatkan waktu yang cukup untuk beristirahat di rest area jika merasa lelah atau mengantuk, karena kelelahan adalah salah satu pemicu utama kecelakaan. Ketiga, pastikan kecukupan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan saldo kartu uang elektronik (e-toll) sebelum memasuki jalan tol untuk menghindari antrean panjang di gerbang tol. Keempat, patuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Disiplin dalam berkendara sangat penting untuk keselamatan bersama.
Informasi lalu lintas terkini dan permintaan bantuan darurat selama berkendara di jalan tol dapat diakses dengan mudah melalui Call Center Jasa Marga di nomor 133, akun X @PTJASAMARGA, Radio Travoy FM yang mengudara di Sonora 92.0 FM Jakarta dan jaringannya, serta melalui media sosial resmi Jasa Marga Group. Dengan perencanaan yang matang, kesadaran kolektif untuk menghindari puncak kepadatan, dan pemanfaatan fasilitas serta informasi yang disediakan, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman, meninggalkan kenangan indah dari perayaan Idulfitri yang penuh berkah.